Yalal Wathan Dikumandangkan Dalam Wonosalam Bershalawat

WONOSALAM.DESA.ID — Merayakan metri bumi atau yang lebih dikenal dengan sedekah bumi bagi masyarakat desa Wonosalam merupakan ritual yang dilakukan setiap tahunnya. Namun ada yang berbeda dalam sedekah bumi di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Demak tahun ini, tokoh masyarakat desa lebih memilih puncak ritual kegiatan itu dengan hal yang agamis.

Meski tidak meninggalkan kegiatan yang bersifat nguri-nguri tradisi dan budaya setempat, sedekah bumi yang dilaksanakan pada Sabtu Malam Ahad (4/8/2018) malam kemarin ditutup dengan pengajian dan Shalawat.

Sholawatan dengan menghadirkan Habib Fahmi bin Hasan Alaydrus, Habib Fuad bin Hasan Alaydrus dari Kudus, dan Habib Muhsin bin Abdul Qodir Alaydrus dari Jepara. Apitan kali ini juga dimeriahkan Hadroh Mahabbaturrosul dari Kudus, sontak membuat ribuan warga turut memenuhi halaman pasar Wonosalam. Warga masyarakat desa Wonosalam larut dalam suasana agamis.

Kepala Desa Musthona’ Ahmad, mengungkapkan acara yang dikemas dengan tema Wonosalam Bersholawat itu dihadiri Camat dan Sekcam Wonosalam, segenap Forkompimda Kecamatan Wonosalam, DPRD Demak, Paguyuban Kepala Desa, Ketua MWC NU, para ulama, Ketua Ansor, Satkoryon Banser, dan para lapisan masyarakat berkisar 1.000 orang.

Dia mengatakan tujuan salawat bersama seluruh komponen masyarakat di Wonosalam itu diselenggarakan adalah sebagai bentuk syukur atas keberkahan dari Allah Swt kepada Desa yang dipimpinnya.

“Di tengah situasi semangat pemerintah pusat dalam upaya membangun Desa, pemerintah desa Wonosalam terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Pertumbuhan kondusifitas di Wonosalam tumbuh signifikan, sehingga pemerintah desa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh mitra kerja dan masyarakat,” jelasnya.

Habib Muhsin bin Abdul Qodir Alaydrus Jepara dalam mau’idhoh hasanahnya berpesan kepada para pengunjung “Kita harus takut jika iman dan taqwa dicabut dari hati kita. Hidup ini sangat penting untuk kita syukuri, mari gunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan jangan tinggalkan shalat lima waktu.”

Maulid dipimpin langsung oleh Habib Fuad bin Hasan Alaydrus dari Kudus. Dalam pembacaan maulid beliau melantunkan shalawat Allahul Kahfi, Ya Habibal Qalbi, Rabbi Fanfa’na Bibarkatihim, dan banyak lagi yang lainnya. Ada yang unik dan tampak berbeda dalam maulid kali ini, Habib Fuad juga melantunkan lagu Yalal Wathon dan Mars Banser diikuti para hadirin. Di tengah-tengah maulid beliau juga membagi-bagikan uang kepada anak-anak. Tampak di raut wajah mereka keceriaan dan kegembiraan larut dalam suasana shalawat.

Saifudin, Ketua PAC GP. Ansor mengatakan, “keindahan Islam Nusantara tercermin dalam kegiatan sedekah bumi. Sedekah bumi adalah warisan leluhur kita yang harus dilestarikan. Ajaran Islam tidak semata-mata berfokus pada kesalehan personal. Kesalehan sosial juga memiliki peran penting karena sama-sama cermin dari keimanan.”

“Iman yang kuat dan tulus akan dapat memproduksi perbuatan-perbuatan yang baik. Karena dalam laku terpuji, baik saat memberi pertolongan dan bantuan kepada sesama, tidak harus didasarkan pada prinsip perkawanan atau atas dasar kenal dan tidak. Agama menganjurkan umat Islam punya kesadaran memberi kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Dalam rangka memotivasi seseorang agar melakukan perbuatan baik, Rasulullah mengatakan bahwa perbuatan baik itu bernilai sedekah kalau dilandasi hati yang tulus dan ikhlas” ujarnya.

Menurut Mahfudz selaku Ketua BPD, pemerintah desa dan BPD juga mendoakan bangsa dan negara Indonesia, khususnya warga desa Wonosalam agar selalu aman tenteram dan masyarakat sejahtera lahir batin serta selalu mendapat perlindungan Allah Swt. (Kang Saifudin)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan